Jadwal Fenomena Langit Agustus 2017


TANGGAL: 


3 AGUSTUS, Konjungsi Bulan & Saturnus pukul 18.00 s/d 02.00 waktu setempat.

7 AGUSTUS, Fase Bula Purnama 

8 AGUSTUS, Gerhana Bulan Sebagian

Inilah satu-satunya gerhana bulan yang paling jelas terlihat ditahun ini, dan beruntungnya negara kita Indonesia bisa mengamati dengan jelas keseluruhan proses peristiwa ini. Dimana nantinya Bulan Purnama akan tergerhanai oleh bayangan Bumi hanya sekitar 25% saja atau ¼ dari permukaan bulan purnama akan menggelap saat puncaknya. Fenomena gerhana ini di Indonesia teramati selepas tengah malam.(Baca: Gerhana Bulan 8 Agustus 2017)

12-13 AGUSTUS, Hujan Meteor Perseids (60 Meteor/jam)
Hujan meteor Perseid adalah salah satu hujan meteor terbaik untuk diamati. Bagaimana tidak, pada puncaknya, Perseid dapat memproduksi hingga 60 meteor per jam. Meteor-meteor yang melesat pada hujan meteor ini dihasilkan oleh debu komet Swift-Tuttle yang ditemukan pada 1862. Setiap tahunnya, Perseid terjadi pada rentang tanggal 17 Juli hingga 24 Agustus, dan puncaknya terjadi pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus. Sayangnya, di tahun 2017 hujan meteor Perseid bertepatan dengan fase Bulan bungkuk, sehingga cahaya Bulan yang terang dapat meredupkan meteor-meteor kecil.

16 AGUSTUS, Konjungsi Bulan & Aldebaran pukul 01.00 s/d Sunrise waktu setempat.

19 AGUSTUS, Konjungsi Bulan & Venus pukul 03.30 s/d Sunrise waktu setempat arah timur.

21 AGUSTUS, Gerhana Matahari Total di Amerika Serikat (USA)

Lintasan Gerhana Matahari Total 21 Agustus 2017 akan menyapu beberapa negara bagian di Amerika Serikat (USA) diantaranya negara bagian Oregon, Idaho, Wyoming, Nebraska, Kansas, Misoouri, Iowa, Illionis, Kentucky, Teenese, Atlanta, dan South Carolina sedangkan gerhana matahari sebagian bisa disaksikan disebagian besar USA, Kanada, Mexico, Panama, dan Amerika Latin Utara. Puncak gerhana matahari total ini akan mencapai waktu sampai 2 menit 40 detik saja di daerah negara bagian Missouri.(Baca: Berburu Gerhana Matahari Total di Amerika Serikat)

25 AGUSTUS, Konjungsi Bulan & Jupiter pukul 18.00 s/d 20.00 waktu setempat arah barat.

30 AGUSTUS, Konjungsi Bulan & Saturnus pukul 18.00 s/d 00.00 waktu setempat.

Jadwal Fenomena Langit Juli 2017




Konjungsi Bulan & Jupiter 
tanggal 9 Juli 2016

TANGGAL:

1 JULI , Konjungsi Bulan & Jupiter pukul 18.00 s/d 23.30 waktu setempat.


2 JULI, Konjungsi Bulan & Spica pukul 18.00 s/d 00.00 waktu setempat.


7 JULI, Konjungsi Bulan & Saturnus pukul 18.00 s/d 03.30 waktu setempat.


8 JULI, Fase Bulan Purnama


16 JULI, Istiwa Adhom
karena matahari berada tepat di atas ka’bah maka semua bayangan benda tegak tentu saja akan mengarah pada Ka’bah. Jadi, kita dapat memanfaatkan peristiwa ini untuk mengoreksi arah kiblat pada masjid, mushola, surau bahkan rumah kita sendiri.Istiwa a’dhom sendiri terjadi pada tanggal 28 Mei & tanggal 16 Juli. Untuk tanggal 16 Juli terjadi mulai pukul pukul 12.27 waktu Arab atau di Indonesia pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

20 JULI, Konjungsi Bulan & Aldebaran pukul 03.00 s/d 05.00 waktu setempat arah timur.


21 JULI, Konjungsi Bulan & Venus pukul 03.30 s/d 05.00 waktu setempat arah timur.
 

25 JULI, Konjungsi Bulan & Merkurius pukul 18.00 s/d 19.00 waktu setempat arah barat.


28 JULI, Konjungsi Bulan & Jupiter pukul 18.00 s/d 22.00 waktu setempat.


28-29 JULI, Hujan Meteor Delta-Aquarids
Setelah Eta Aquarid, kini giriran meteor-meteor dari Delta Aquarid yang akan melesat dari arah Rasi Aquarius. Puncak Delta Aquarid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Aquarius di langit zenit. Bulan fase sabit akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga cahaya bulan tidak akan mengganggu pengamatan.

29 JULI, Formasi segitiga Bulan, Jupiter, dan Spica pukul 18.00 s/d 22.00 waktu setempat.

Gerhana Bulan Sebagian 8 Agustus 2017


Gerhana Bulan Sebagian terjadi dimana dalam orbitnya Bulan masuk ke dalam sebagian bayang-bayang gelap dari Bumi (Umbra), akibatnya jika di amati dari Bumi sebagian dari permukaan Bulan akan nampak gelap tak terlihat bulat utuh seperti purnama biasanya.

Pada tanggal 7-8 Agustus nanti gerhana bulan sebagian akan terjadi dengan intensitas kurang lebih 25% , Bulan saat gerhana akan masuk ke dalam bayang-bayang inti bumi (umbra) hingga 25% atau seperempat saja tidak sampai ke total. Dimana saat puncak gerhana bulan sebagian kita akan melihat permukaan Bulan Purnama akan tertutupi bayangan bumi sebagian sampai 25%. Gerhana Bulan Sebagian tanggal 7-8 Agustus 2017 merupakan gerhana seri saros yang ke 119 (62 dari 83). Durasi waktu terjadinya gerhana bulan sebagian ketika Bulan masuk ke dalam bayang-bayang bumi (Umbra) berlangsung selama 1 Jam 55 menit.

Gerhana bulan sebagian 7-8 Agustus 2017 ini akan teramati jelas di beberapa belahan dunia antara lain  di negara-negara benua Afrika, Timur Tengah, Asia Barat, Asia Selatan, Asia Timur, Australia, dan Asia Tenggara termasuk negara kita Indonesia. Untuk negara Indonesia sendiri gerhana bulan sebagian dapat disaksikan pada tanggal 8 Agustus 2017 lepas tengah malam berikut waktu terjadinya di tiga zona waktu Indonesia:

Info Grafik gerhana bulan sebagian 8-8-2017
oleh Fred Espenak
Indonesia Barat
  • Kontak Awal   : 00.22 WIB
  • Puncak (25%) : 01.20 WIB
  • Kontak Akhir : 02.18 WIB
Indonesia Tengah
  • Kontak Awal   : 01.22 WITA
  • Puncak (25%) : 02.20 WITA
  • Kontak Akhir : 03.18 WITA
Indonesia Timur 
  • Kontak Awal   : 02.22 WIT
  • Puncak (25%) : 03.20 WIT
  • Kontak Akhir : 04.18 WIT

Gerhana bulan sebagian 8 Agustus 2017 merupakan satu-satunya gerhana yang dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia di tahun ini. Jadi, jangan sampai terlewatkan fenomena gerhana bulan yang satu ini meskipun waktu terjadinya gerhana berada pada jam-jam tidur manusia. Ditambah fenomena GBS ini bertepatan dengan dengan puncak musim kemarau di Indonesia , dimana kemungkinan cuaca cerah saat pengamatan nantinya pada tanggal 8 Agustus 2017. Setelah ini gerhana bulan dapat disaksikan lagi pada tahun 2018 dimana Indonesia bisa menyaksikan 2X Gerhana Bulan Total tepatnya pada tanggal 31 Januari & 28 Juli 2018.

Jadwal Fenomena Langit Juni 2017


TANGGAL :

3 = Konjungsi Bulan - Jupiter pukul 18.00 s/d 01.00 WS.

3 = Elongasi Venus
Venus mulai terlihat di langit timur saat fajar pada Maret 2017 dan akan mencapai posisi tertingginya pada fajar hari ini. Dengan ketinggian hingga 46 derajat dari horison Venus akan sangat mudah untuk ditemukan. Jika diamati dengan mata telanjang Venus akan terlihat sebagai bintang putih terang. Setelah ini posisi Venus akan menurun dengan lambat hingga mulai tenggelam dan berpindah ke langit barat saat senja pada Januari 2018.

4 = Formasi Bulan, Jupiter, dan Spica pukul 18.00 s/d 01.00 WS.

8 = Konjungsi Bulan - Antares pukul 18.00 s/d 04.00 WS.

9 = Konjungsi Bulan - Saturnus pukul 18.00 s/d 01.00 WS.

9 = Bulan Purnama Apogee 
Merupakan bulan purnama terjauh tahun ini dalam dunia astrologi fenomena ini disebut Micro Moon lawan dari SuperMoon. Pada hari itu Bulan berada pada jarak sekitar 406.000 Km dari Bumi.

15 = Oposisi Saturnus
Sama seperti Jupiter, karena Saturnus adalah planet luar, maka oposisi bisa terjadi setiap tahunnya. Di tahun 2017, oposisi Saturnus, atau ketika Matahari-Bumi-Saturnus berada dalam satu garis lurus akan terjadi tanggal 15 Juni. Sang planet bercincin ini akan berada di jarak terdekat dengan Bumi dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari jika diamati dari Bumi. Jika kita amati dengan teleskop akan terlihat cincin nan indah dari planet ini.

21 = Konjungsi Bulan - Venus pukul 03.00 s/d Sunrise WS arah timur langit.

21 = Juni Solstice
Titik balik Matahari Juni atau solstis Juni bakal terjadi pada pukul 11:24 WIB di tanggal ini. Solstis Juni menandai peristiwa ketika kutub utara Bumi yang akan lebih condong ke arah Matahari. Ini juga adalah hari pertama musim panas (summer solstice) di belahan Bumi utara dan hari pertama musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi selatan.

24 = Ijtimak (Penentuan 1 Syawwal 1438 H)

28 = Konjungsi Bulan - Regulus pukul 18.00 s/d 21.00 WS.


Jadwal Fenomena Langit Bulan April 2017




1 APRIL = Konjungsi Bulan – Aldebaran.
Kedua objek langit ini hanya terpisah jarak 1 derajat jika di amati dari Bumi atau kalau kita ibaratkan jaraknya hanya sebatas jari kelingking jika kita menunjuknya. Konjungsi ini bisa diamati selepas senja mulai pukul 18.00 s/d 21.30 WS arah barat.

7 APRIL = Konjungsi Bulan Regulus, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 02.00 WS.


8 APRIL = Oposisi Jupiter
Pada hari itu planet Jupiter berada pada garis lurus/sejajar antara Matahari-Bumi-Jupiter, akibatnya planet Jupiter akan nampak putih cemerlang sekali dengan magnitudo semu -2,2. Dan apabila kita amati dengan teleskop Jupiter nampak seperti purnama dikarenakan terlihat penuh dan terang, oposisi jupiter dapat teramati sepanjang malam ketika mulai terbit pukul 18.00 s/d 05.00 waktu setempat.

10 APRIL = Konjungsi Bulan – Jupiter, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 05.00 WS.


11 APRIL = Formasi Bulan – Jupiter – Spica, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 05.00 WS.


11 APRIL = Fase Bulan Purnama


16 APRIL = Konjungsi Bulan – Saturnus, bisa disaksikan mulai pukul 22.00 s/d 05.00 WS.

22-23 APRIL = Puncak Hujan Meteor Lyirids (20 meteor/jam)
Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya di tanggal ini, 23 April 2017. Namun,  humet ini sebenarnya sudah terjadi pada rentang waktu 19-25 April. Titik radian hujan meteor ini adalah rasi bintang Lyra, dan diperkirakan akan mencapai intensitas 20 meteor per jam, dapat diamati dengan mata telanjang di seluruh Indonesia. Fase bulan sabit tua pada malam itu tidak akan menganggu pengamatan karena cahayanya yang redup. Hujan Meteor Lyirids dapat teramati selepas tengah malam sampai shubuh.

24 APRIL = Konjungsi Bulan – Venus, bisa disaksikan mulai pukul 04.00 s/d 05.00 WS arah timur langit.

28 APRIL = Formasi Bulan - Aldebaran - Mars, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 19.00 WS arah barat langit.